Verifikasi dan Kalibrasi AAS
- Kepekaan adalah konsentrasi analit minimum yang memberikan %T = 1% atau nilai A = 0,0044
- Kepekaan adalah respon alat per-unit konsentrasi
- Pengukuran kepekaan AAS
– Ukur absorban larutan kalibrasi, minimal 3 kali (gunakan larutan pembanding untuk set “zero”
– Tentukan kepekaan alat sesuai formula yang telah disebutkan.
- Pilih larutan kalibrasi (konsentrasi analit = C1) dimana 0,2
- Ukur absorban larutan kalibrasi, minimal 6 kali (gunakan larutan pembanding untuk set “zero” setiap kali larutan kalibrasi akan diukur)
- Absorban rata-rata dinyatakan sebagai A1.
- Hitung nilai RSD
- Alat dikatakan memiliki presisi yang baik bila RSD ≤ 1% dari A rata-rata. Semakin besar nilai RSD maka alat semakin kurang bagus presisinya.
- Buat deret larutan kalibrasi dari konsentrasi rendah hingga konsentrasi yang cukup tinggi (sebagai acuan dapat dilihat rentang konsentrasi yang tercantum pada manual alat).
- Optimalkan kondisi AAS dengan salah satu larutan kalibrasi (konsentrasi analit = C1) dimana 0,2
- Ukur absorban semua larutan kalibrasi, minimal 3 kali (gunakan larutan pembanding untuk set “zero” setiap kali larutan kalibrasi akan diukur)
- Hitung absorban rata-rata untuk setiap larutan kalibrasi
- Buat kurva kalibrasi, kemudian tentukan batas kurva yang linier dimana nilai koefisien korelasi (r) mendekati 1
- Siapkan sebuah larutan blanko
- Ukur absorban minimal 6 kali. Absorban rata-rata dinyatakan sebagai Ab.
- Hitung nilai SD (dinyatakan/diubah menjadi dalam unit konsentrasi)
- Hitung nilai IDL (Instrument Detection Limit). Formula IDL= Cb + 3 SD
- Apabila SD tidak diperoleh karena Ab = 0,lakukan prosedur berikut :
- Konsentrasi mencakup seluruh daerah kerja (working range)
- Konsentrasi larutan kalibrasi mencakup sebagian daerah kerja (hanya yang linier)
- Sediakan 5 buah labu takar yang sama ukurannya
- Pipet X mL larutan contoh yang akan diukur ke dalam labu takar no 1 – 4
- Pipet X mL air ke dalam labu takar no. 5
- Pipet X mL larutan standar analit Z yang :
- 0 ppm Z ke dalam labu takar no. 1 dan 5
- a ppm Z ke dalam labu takar no. 2
- 2a ppm Z ke dalam labu takar no. 3
- 3a ppm Z ke dalam labu takar no. 4
- Tambahkan asam bila perlu (biasanya HNO3, atau lainnya), tambahkan air hingga tanda batas
- Homogenkan larutan dengan baik, ukur absorban dengan AAS
- Buat grafik standar adisi, kemudian tentukan Cz konsentrasi analit Z
0 komentar